Beberapa hari terakhir ini, rasanya sedih sekali. Masalah belum selesai dan rasanya sangat depresi.
Mungkin tidak ada yang tahu apa masalahku, termasuk keluargaku. Mereka tidak tahu bahkan mungkin
bisa dikatakan mereka tidak pernah menanyakan apa masalahku.
Rasanya ingin sekali marah ,
marah pada diriku yang begitu lemah dengan perasaan ini.
sedikit-sedikit menangis dan melankolis sekali. Walau begitu, aku tidak menangis di depan keluargaku
ataupun teman-temanku. Aku belajar untuk berjuang dan tegar walau sebenarnya di dalam hatiku
perih dan sedih sekali.
Ingin rasanya didengarkan, dimengerti dan disayang. Tapi yah begitu, hidup tidak seindah di film-film
yang aku tonton. Kenyataan nya pedih banget. Ketika lagi menangis dan sedih rasanya ingin
sekali dipeluk oleh orang-orang yang kita sayang,pasti rasanya tenang di dalam hati.
Tapi kenyataan nya apa? Dari kecil sampai sekarang, kalau aku menangis di depan keluargaku
tidak ada yang memelukku dan menenangkanku. Mama marah-marah menyuruh diam,Papa cuek, Adikku
cuek. Padahal di dalam hati ini sedih sekali.
Sejak saat itu, aku tidak pernah lagi menangis di depan mereka. Setajam apapun
perkataan mereka menyakiti perasaanku, aku hanya merespon dengan bercanda dan tertawa,walaupun
sebenarnya hatiku sakit mendengar perkataan mereka.
Ya Tuhan, hanya Engkau yang tahu bagaimana hatiku dan betapa aku sangat menyayangi mereka semua.
Walau mereka mungkin tidak tahu dan selalu berpikir negatif tentang diriku, namun suatu saat akan kubuktikan bahwa aku bisa membuat mereka bahagia.
Bukan dari hanya sekedar kata-kata namun akan kubuktikan dengan perbuatanku.
I need
Jujur, aku benci sekali di saat aku harus berpura-pura cuek dan bahagia. Terkadang saat aku sedang tertawa bercanda dengan teman-teman, dalam hati ini berkata "Mengapa bahkan di saat aku sedang tertawa namun di dalam hatiku tetap merasa sedih dan sakit?"
Terkadang aku iri sekali dengan teman-temanku saat mereka bercerita tentang keluarga mereka. Bagaimana mama mereka perhatian pada mereka, mendengar masalah mereka dan peduli dengan mereka.
Ada beberapa orang yang bilang ,
"Cell, tertawa terus. Hidup kamu bahagia terus yah? enak yah jadi kamu. "
Fiuhh.. Apa yang mereka lihat dan tahu hanya dari luar, tapi dalam hatiku??!!! TIDAK SEORANGPUN YANG MENGERTI !!
Semakin hari, aku semakin stress dengan masalahku. Tidak ada yang bisa membantu. Aku sempat bercerita dan meminta bantuan dengan beberapa orang. Mereka hanya ingin tahu masalahku (KEPO) , tapi di saatku meminta bantuan, mereka semua bilang tidak bisa. At least, mereka care sama aku, aku sudah senang. Namun, hanya jawaban "SABAR CELL". Setelah itu, mereka tidak memotivasiku atau membantuku mencari solusi. Mereka malahan cerita ke orang lain lagi tentang masalahku.
"One loyal friend is worth than ten thousand relatives"
I can't control my feelings, but I hate how my feelings can control me.
Yeahh, dan aku tidak akan pernah menyerah dan kalah sama situasi ini. Aku percaya bahwa dengan aku bisa selesaikan masalahku sendiri, aku sudah mandiri dan tidak manja lagi. Hidup memang tidak segampang yang kita kira. Aku percaya bahwa Tuhan itu tidak akan pernah membiarkan anaknya berjuang sendiri menghadapi masalah.
When you are going through something hard and wonder where GOD is, Remember that the teacher is always quiet during the test.